Jenis-Jenis Penipuan Online
- 7 Apr 2015
- 2 menit membaca

Berikut adalah beberapa jenis penipuan yang sering terjadi saat berbelanja di online shop, diantaranya :
1. Penipuan oleh penjual
A. Penipuan paling standar dan masih banyak beredar. Begitu ‘deal’ transaksi dengan pembeli yang dtandai dengan pembeli sudah mentransfer uangnya, penjual langsung mengeluarkan jurus ‘menghilang’. pin BB delcont, FB unfriend, Twitter mute dan block, SMS dan telpon nggak akan dibalas, komen di facebook pasti langsung dihapus. Dan pastinya Anda tidak akan menerima barang yang Anda beli. Jika anda menemui ciri-ciri penjual seperti ini setelah anda mentransfer uang maka pastilah Anda telah ditipu.
B. Penipuan kedua ini sedikit lebih ‘melegakan’ kita sebagai pembeli. Setelah ‘deal’ transaksi, penjual memberikan nomer resi untuk proses pengecekan di website layanan ekspedisi. Mungkin kita akan sedikit bernafas lega karena itu artinya penjual tidak menipu. Namun barang tidak kunjung tiba, setelah dicek di website ternyata resi invalid atau mungkin barang datang hanya saja sangat jauh berbeda atau tidak sesuai.
C. Penipuan jenis ketiga ini lebih ‘cerdik’ lagi. Kalau penipuan 1 dan 2 kita bisa dengan mudah menyebar blacklist nomor rekening, pin BB, dan nomor kontak pribadi. Nah kalau yang jenis ketiga ini agak rumit. Jadi modusnya, penjual akan menggunakan rekening online shop lain dan menggunakan uang yang ditransfer untuk belanja di online shop tersebut.
D. Selain itu ada beberapa modus penipuan lain seperti mengaku menjual barang original ternyata yang datang adalah barang kw, atau barang yang tidak sesuai dengan deskripsi yang disampaikan penjual pada awalnya.
2. Penipuan oleh pembeli
A. Penipuan yang paling sering dilakukan pembeli adalah dengan melampirkan bukti transfer palsu, tidak terbatas hanya mengedit SMS e-banking, tapi juga mengedit struk ATM bahkan tampilan e-banking di desktop juga bisa diedit. Oleh karena itu penting bagi penjual untuk mengecek mutasi apabila ada pembeli yang mengaku sudah mentransfer uang. Jangan mengirim barang sebelum memastikan bahwa uang transfer dari pembeli sudah masuk.
B. Pembeli mengaku belum menerima paket barang, padahal status sudah delivered/ terkirim. Pembeli menuduh penipu dan meminta penjual mengirimkan ulang paketnya. Kalau menemukan kasus ini segera saja hubungi jasa pengiriman barang yang anda gunakan untuk memastikan apakah barang sudah diterima atau belum.
C.
Penipuan yang ketiga agak ‘ekstrem’. Yaitu dengan merusak paket yang datang dan meminta refund uang karena barang tidak sesuai. Kayaknya ini pembeli yang sedang ‘galau’. Pastikan dengan cermat apakah kerusakan disengaja atau tidak.
Sumber: https://anisahaseena.wordpress.com/2013/03/18/maraknya-penipuan-bisnis-online-online-shop/.



























Komentar